Do’a Membasuh Anggota Wudlu Bid’ah (?)
Berdo’a merupakan komunikasi langsung antara manusia dengan penciptanya. Lantas, kenapa manusia harus berdo’a sedangkan ketentuan Allah tidak mungkin lagi bisa dihindari? Imam Ghazali mengatakan bahwa do’a ibarat perisai yang dapat menolak ancaman senjata. Do’a menjadi sebab tertolaknya sebuah keburukan. karena, selain Allah menetapkan qodarNya, juga ditetapkan pula sebabnya. Namun bagaimana ketika sebagian do’a yang kita amalkan dianggap dan difatwakan sebagai perbuatan bid’ah. Secepat dan semudah itukah perbuatan semulia do’a dipandang sebuah perbuatan bid’ah dan yang terpenting apakah kita sebagai sesama muslim akan terus berlarut-larut dalam saling tuduh dan lempar kata bid’ah. Do’a yang dimaksud adalah bacaan-bacaan ketika membasuh anggota wudhu. Seperti membaca اللَّهُمَّ لَقِّنِّي حُجَّتِي وَلا تَحْرِمْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ketika membasuh hidung, اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ الْوُج...